Jumat, 07 Oktober 2011

Membangun Jaringan LAN (Local Area Network) Tanpa Kabel dengan Wi-Fi

Zaman sekarang hampir semua perangkat elektronik yang kita gunakan sehari-hari mendukung koneksitas Wi-Fi. Dari mulai handphone, tablet, laptop, PDA, personal komputer, TV sampai perangkat dapur seperti kulkas. Sehingga dengan membangun jaringan Wi-Fi di rumah atau di kantor kita bisa menghemat koneksi internet dengan membaginya ke peralatan-peralatan yang mendukung Wi-Fi dan membuat semua perangkat yang mendukung Wi-Fi saling terkoneksi sehingga akan sangat memudahkan dalam pekerjaan Anda.

Di kantor-kantor yang menggunakan lebih dari satu komputer dan membutuhkan koneksi jaringan bisa menggunakan jaringan Wi-Fi untuk membagi pakai dokumen dan printer (file and printer sharing) sehingga karyawan bisa mengakses dokumen dan printer dari komputer lain. Selain itu juga di toko-toko yang menggunakan sofware POS (Point of Sales) client server seperti Software POS Gampang Toko dan Gampang Apotek buatan saya yang bisa berjalan didalam jaringan LAN (Local Area Network) dengan program kasir di komputer depan untuk mencatat transaksi penjualan dan program back office di komputer belakang untuk mengakses stok dan akuntansi bisa juga menggunakan jaringan Wi-Fi. Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan jaringan Wi-Fi untuk perusahaan Anda adalah faktor sekuritas.

Membangun jaringan LAN (Local Area Network) tanpa kabel dengan Wi-Fi jauh lebih mudah daripada membangun jaringan LAN dengan kabel. Dengan menggunakan Wi-Fi semua peralatan yang digunakan plug and play dan kita tidak perlu memikirkan tentang penyambungan kabel UTP dengan konektor RJ45 dan juga perapian dalam penataan kabel karena semuanya tanpa kabel.

Yang dibutuhkan untuk membangun jaringan nir kabel dengan Wi-Fi adalah:

  1. Wi-Fi Router atau Wi-Fi Access Point.
  2. Wi-Fi Adapter pada tiap perangkat yang akan dihubungkan, biasanya pada handphone, tablet, laptop dan perangkat lain yang mendukung Wi-Fi sudah built-in sedangkan pada komputer yang tidak memiliki adapter Wi-Fi bisa menambahkan PCI Wi-Fi Adapter maupun USB Wi-Fi Adapter.

Langkah-langkah dalam membangun jaringan LAN dengan Wi-Fi adalah sebagai berikut:

1. Hidupkan peralatan Wi-Fi Router atau Wi-Fi Access Point yang akan digunakan untuk mengatur settingnya. Sebagai contoh saya akan menggunakan TP-LINK WR941ND. Sambungkan peralatan Wi-Fi Router ke PC dengan konektor UTP yang disertakan dalam boks Wi-Fi Router.
2.

Buka Web Browser kemudian buka Web Admin dari Wi-Fi Router untuk mengatur setting Wi-Fi Router. Sebelum diubah IP Address dari TP-LINK WR941ND adalah 192.168.1.1 sehingga pastikan IP Address dari komputer masih satu network dan tidak sama dengan IP Address Wi-Fi Router yaitu 192.168.1.2 sampai 192.168.1.254. Kemudian klik item Wireless lalu klik sub item Wireless Settings sehingga akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

Lakukan perubahan setting sebagai berikut:

  1. Masukkanlah Nama (SSID) yang akan menjadi nama jaringan Wi-Fi ini.
  2. Pilih region sesuai dengan tempat tinggal Anda.
  3. Pilih Channel 11.
  4. Pilih mode jaringan Wi-Fi sesuai dengan kemampuan perangkat Wi-Fi yang ada pada jaringan. Urutan yang paling cepat ke yang paling lambat adalah n,g,b. Ingatlah bahwa peralatan yang mendukung mode yang lebih lambat tidak bisa mengakses mode jaringan yang lebih cepat, atau bisa juga anda memilih mix sehingga bisa mendukung beberapa mode sekaligus.
  5. Pilih Channel Width Auto.
  6. Pilih Max Tx Rate (maksimum transfer rate) yang paling besar.
  7. Cek Enable Wireless Radio dan Enable SSID Broadcast.
  8. Uncek Enable WDS.
  9. Klik tombol Save untuk menyimpan setting.
3.
Selanjutnya lakukan setting network dengan klik item Network lalu klik sub item LAN sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut:
Lakukan perubahan setting sebagai berikut:
  1. Ubah IP Address dari Wi-Fi Router sesuai yang diinginkan.
  2. Pilih Subnet Mask 255.255.255.0.
  3. Klik Save untuk menyimpan.
4.
Kemudian lanjutkan dengan mengubah setting DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yang berguna untuk melakukan konfigurasi IP Address secara otomatis pada saat ada perangkat yang ingin terhubung ke jaringan Wi-Fi ini. Klik item DHCP lalu klik sub item DHCP Settings sehingga akan muncul tampilan berikut ini:
Lakukan perubahan setting berikut:
  1. Cek Enable DHCP Server.
  2. Pilih Start IP Address untuk range awal IP Address yang dialokasikan oleh DHCP misalnya 192.168.0.100.
  3. Pilih End IP Address untuk range akhir IP Address yang akan dialokasikan oleh DHCP misalnya 192.168.0.199.
  4. Set Address Lease Time ke 120.
  5. Ubah Default Gateway ke komputer yang digunakan untuk membagi pakai koneksi internet (jika ada).
  6. Kosongkan inputan Default Domain.
  7. Isilah Primary DNS dan Secondary DNS dengan IP Address DNS Server yang akan digunakan. Yang paling umum digunakan adalah Open DNS dengan IP Address 208.67.220.220 dan Google DNS dengan IP Address 8.8.8.8. DNS (Domain Name System) Server digunakan untuk mengambil IP Address berdasarkan nama domain yang diketahui, semakin cepat respon dari DNS Server maka browsing internet akan terasa lebih cepat.
  8. Klik tombol Save untuk menyimpan.
5.
Kemudian dilanjutkan dengan salah langkah yang paling penting yaitu setting sekuritas. Klik item Wireless lalu klik sub item Wireless Security sehingga akan muncul tampil berikut ini:

Lakukan perubahan setting sebagai berikut:

  1. Pilihlah opsi WPA-PSK/WPA2-PSK karena lebih aman dibandingkan dengan WEP. Sangat tidak dianjurkan untuk mendisable security karena akan sangat berbahaya bagi jaringan Wi-Fi ini.
  2. Pilih enkripsi AES atau TKIP. Enkripsi AES lebih aman daripada TKIP.
  3. Isilah PSK (Pre Shared Key) Password dengan password jaringan Wi-Fi dengan karakter panjang antara 8 sampai dengan 63, atau bilangan hexa dengan panjang antara 8 sampai dengan 64. Password ini akan digunakan ketika ada sebuah perangkat yang ingin terhubung ke jaringan Wi-Fi ini.
  4. Isilah Group Key Update Periode dengan 30.
  5. Klik tombol Save untuk menyimpan.
6.
Reboot Wi-Fi Router dengan mengklik item System Tools dan memilih sub item Reboot.

Klik tombol Reboot di tengah lalu tunggu Wi-Fi Router reboot.

7.
Setelah Wi-Fi Router selesai booting up kemudian nyalakanlah Wi-Fi pada peralatan yang akan dikoneksikan ke jaringan Wi-Fi seperti handphone, tablet, laptop ataupun komputer. Jika semua berjalan lancar maka perangkat yang mendukung koneksitas Wi-Fi akan mendeteksi jaringan Wi-Fi yang baru saja kita buat. Berarti Wi-Fi Router telah aktif dan siap bekerja sebagai akses point yang akan akan menghubungkan perangkat-perangkat yang mendukung koneksitas Wi-Fi yang masuk dalam jangkauan sinyal Wi-Fi Router.

Anda bisa mulai melakukan koneksi ke jaringan Wi-Fi seperti biasa dengan menggunakan Password yang telah Anda set. Ketika ada peralatan yang terhubung dengan jaringan Wi-Fi secara otomatis IP Address, DNS Server dan Gateway akan diatur oleh DHCP Server pada Wi-Fi Router.

Demikianlah cara setting jaringan Wi-Fi, mudah bukan?

Sekian sharing saya semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar: